Tampilkan postingan dengan label KEWIRAUSAHAAN. Tampilkan semua postingan

KEWIRAUSAHAAN

Selasa, 06 September 2016
Posted by Unknown
KEWIRAUSAHAAN
D. Mencari, Memilih, dan Menetapkan Tempat Usaha yang Strategis
1. Mencari Tempat Usaha yang Paling Strategis
Pengambilan keputusan dalam mencari tempat usaha yang strategis dapat dipandang sebagi proses:
a. Mencari tempat usaha umum yang strategis dan
b. Mencari tempat usaha yang khas.
Tempat usaha yang strategis adalah tempat atau letak perusahaan melakukan aktivitas berikut pemasarannya, serta penjualan barang dagangan dengan mendapatkan keuntungan yang besar.
Jika akan mencari tempat yang strategis untuk pabrik harus di pertimbangkan secara seksama, karena akan berkaitan dengan masalah bahan baku, tenaga kerja, transportasi, dan masalah penunjang produksi lannya. Tempat usaha yang strategis besar sekali pengaruhnya terhadap biaya produksi maupun biaya pemasaran dan penjualan barang dagangan.
2. Memilih Tempat Usaha yang paling Strategis

Tempat usaha yang paling strategis dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya corak barang yang tersedia, pelayanannya, penyerahan barangnya, dan kemudahan transportasinya.
a. Tempat Usaha yang diinginkan Perusahaan
Tempat usaha yang paling strategis dan yang paling diinginkan oleh perusahaan/toko, diantaranya sebagai berikut.
1) Letaknya strategis
2) Dekat dengan bahan-bahan baku
3) Dekat dengan pasar
4) Tenaga kerja maudah didapat
5) Biaya transportasi murah
6) Fasilitas pemerintah daerah mendukung dan menunjang
7) Fasilitas tenaga penggerak/energi mudah didapat
8) Keadaan ekonomi konsumen di daerah tersebut cukup baik.
b. Tempat Usaha yang Diinginkan Konsumen/Pembeli
Tempat Usaha yang paling strategis dan yang diinginkan pembeli, adalah sebagai berikut.
1) Aadanya fasilitas parkir yang cukup luas
2) Fasilitas transportasi mudah dan lancar
3. Menetapkan Tempat Usaha yang Paling Strategis
Menetapkan tempat usaha yang paling strategis merupakn dambaam para pengelola usaha,sebab:
a. sangat menguntungkan,
b. dapat memuaskan langganan,
c. adana kemudahan dalam segala hal, dan
d. memudahkan pemasaran dan penjualan barang dagangan
Apabila perusahaan telah menetapkan tempata atau daerahyang strategis, maka masah-masalah selanjutnya yang akan dihadapi adalah:
a. masalah biaya,
b. malah pelayanan,
c. arus pengunjung,
d. arus para pembeli,
e. masalah parkir kendaraan,
f. masalah keamanan
g. masalah populasi
h. masaha persaingan,
i. masalah transportasi,
j. batas-batas daerah perdagangan,
k. masalah kendahan, dan
l. masalah tenaga kerja yang terampil.
E. Menetapkan Tempat Usaha
Tempat usaha adalah tempat dimana perusahaan melakukan kegiatan usaha. Pengertian tempat yang strategis ditinjau dari sudut ekonomisnya, secar lwbih terperinci faktor-faktor yang dapat mempengaruhi di dalam penerapan tempat usaha adalah sebagai berikut.
1. Pasar
2. Tenaga Kerja
3. Fasilitas transportasi
4. Faktor-faktor pendukung
a. Fasilitas-fasilitas perbankan
b. Sikap atau animo masyarakat terhadap produk/jasa
c. Kemungkinana tempat untuk pengembangan perusahaan
d. Fasilitas keamanan tempat usaha.
e. Fasilitas daya tahan tempat usaha.
f. Fasilitas kesehatan dan kebersihan tempat usaha.
F. Menyusun dan Mengatur Tempat Usaha serta Kebutuhan Peralatan
1. Menyusun Kebutuhan Peralatan Perusahaan
Di dalam menyusun kebutuhan peralatan perusahaan, hendaknya mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.
a. Pekerjaan dan cara penyelesainnya
b. Kebutuhan peralatan
c. Fleksibilitas penggunaan peralatan
d. Harga dan penanaman modal.
Didalam menyusun kebutuhan akan peralatan perusahaan harus yang menguntungkan perusahaan. Peralatan-peralatan tersebut meliputi hal-hal berikut.
a. Mesin atau peralatan harus dapat menghemat tenaga kerja
b. Mesin atau peralatan harus dapat menghemat waktu.
c. Mesin atau peralatan harus dapat meningkatkan kualitas.
2. Mengatur Tempat Kegiatan Usaha Kebutuhan Peralatan
Mengatur tempat kegiatan usaha yang baik adalah sebagai berikut.
a. Ruang kegiatan usaha harus mempunyai ventilasi/saluran udara
b. Ruang informasi dan ruang keamanan sebaiknya berdampingan letaknya.
c. Ruang tunggu para konsumen ditempatkan di depan
d. Ruang operasional sebaiknya berdekatan dengan ruang pimpinan
e. Ruang arsip harus cukup penerangannya dan diatur dengan rapi.
f. Mesin-mesin yang berat sebainya ditempatkan pada bagian tersendiri
g. Ruang administrasi diatur secara baik dan harmonis
h. Ruang akuntansi, ruangan umum, dan ruangan pengawasan jangan terlampau jauh letaknya, karen menyangkut urusan pembukuan, personalia dan pemeriksaan.

Pentingnya Persediaan Bahan Dan Fasilitas

Selasa, 30 Agustus 2016
Posted by Unknown
 Persediaan merupakan bagian dari aktiva lancar perusahaan yang secara teoritis dianggap tidak paling likuid, sehingga sering di abaikan dalam menilai kondisi keuangan perusahaan. Padahal setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa pengendalian persediaan begitu penting, yaitu:

1. Persediaan mungkin mengikat dana dalam jumlah besar, sesuai dengan kapasitas produksi perusahaan
2. Persediaan merupakan jaminan langsung atas kelanjutan kegiatan perusahaan
Jika usaha yang anda jalankan merupakan usaha pengolahan, maka anda akan mengenal berbagai kelompok persediaan menurut tahapannya dalam proses produksi, antara lain:

1. Persediaan bahan baku
2. Persediaan barang dalam proses
3. Persediaan barang jadi
Sedangkan pengadaan bahan baku sendiri terdiri atas :
1. Bahan baku untuk proses produksi 
2. Bahan baku setengah jadi 
3. Bahan pembantu untuk proses produksi 
4. Bahan pengemas produk
Adapun aspek-aspek dalam pengadaan bahan baku yaitu:
1. Sumber air dan listrik
2. Sumber tenaga kerja dan bahan baku
3. Jalan dan transportasi

           Sedangkan bila usaha yang anda jalankan adalah usaha dagang (grosir maupun eceran) maka anda hanya akan mengenal satu macam persediaan yaitu persediaan barang dagangan yang diperjualbelikan
Kebijakan persediaan mendatangkan dua manfaat bagi perusahaan :
1. Perusahaan akan terhindar dari kemungkinan kekurangan (bahan baku atau barang dagangan maupun barang jadi) karena terlalu kecilnya persediaan. Kekurangan bahan baku akan memaksa perusahaan mencari bahan baku pengganti yang mungkin lebih mahal jika tidak ingin standar pelayanannya menurun
2. Menghindarkan perusahaan dari beban yang berlebihan akibat terlalu besarnya persediaan. Persediaan yang terlalu besar mengakibatkan biaya persediaan akan besar pula, baik berupa biaya penyimpanan, biaya pemeliharaan, risiko maupun opportunity cost. Opportunity cost adalah dana yang gagal diterima perusahaan karena dan itu tertananm dalam bentuk persediaan. Semakin besar jumlah dan semakin lama dana itu
tertanam semakin besar pula dana opportunity cost

           Persediaan yang kurang sama tidak baiknya dengan persediaan yang berlebihan, sebab kondisi keduanya mengakibatkan timbulnya beban. Bila persediaan kurang maka perusahaan tidak bisa memenuhi semua permintaan sehingga pelanggan akan kecewa dan akan beralih ke perusahaan lain, sebaliknya jika persediaan berlebih maka ada beberapa beban yang harus di tanggung yaitu:

1. Biaya penyimpanan gudang
Semakin banyak barang yang disimpan maka akan semakin besar biaya penyimpanan
2. Risiko kerusakan barang
Semakin lama barang disimpan digudang maka risiko kerusakan barang semakin tinggi
3. Risiko kerusakan barang

            Barang-barang yang disimpan lama akan out of date atau ketinggalan zaman
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan pengelolaan persediaan adalah kegiatan dalam memperkirakan jumlah persediaan (bahan baku atau penolong) yang tepat dengan jumlah yang tidak terlalu besar dan tidak pula kurang atau sedikit dibandingkan dengan kebutuhan atau permintaan
Selain pengendalian bahan, hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian fasilitas. Untuk dapat melaksanakan kegiatan produksi dan kegiatan usaha dengan usaha dengan baik maka diperlukan ketrampilan dalam memelihara alat-alat atau perlengkapan. Hal ini dikenal dengan istilah pengendaliaan pemeliharaan yang erat kaitannya dengan masalah pengendalian proses produksi. Pengendalian fasilitas dapat diartikan sebagai pengawasan yang sekaligus dapat mengambil beberapa tindakan untuk perbaikan. Cara kerja demikian salah satunya ditunjukkan dengan cara melakukan pemeliharaan alat dan perlengkapan mulai dari awal (preventif) sebelum proses berjalan, sampai saat proses telah berakhir. Pengendalian pemeliharaan alat-alat dan perlengkapan produksi dan usaha secara teratur dan baik akan menunjang dan menjamin kelancaran proses produksi

Agar kontinuitas proses produksi tetap terjaga, antara lain dilakuka dengan cara berikut:

1. Mengatur tata letak alat-alat dan fasilitas produksi sesuai dengan tata urutannya
2. Mengatur tata ruang perusahaan sedemikian rupa agar proses produksi dan kegiatan lainnya dapat berjalan efektif dan efisien
3. Pemeliharaan harus bersifat preventif dan dilakukan secara berkala dengan teliti dan cermat sehingga

alat-alat dan fasilitas selalu siap untuk digunakan

4. Selalu menyediakan suku cadang dari alat-alat dan fasilitas yang digunakan seandainya terjadi kerusakan
5. Menyediakan alat pengaman alat-alat dan fasilitas serta alat pengaman bagi operatornya
6. Menyiapkan tenaga yang dapat mengoperasikan alat-alat dan fasilitas tersebut beserta cara perawatannya dengan cara memberikan pendidikan dan pelatihan ketrampilan penggunaan alat

     Di setiap perusahaan selalu ada rencana investasi, salah satu wujud rencana investasi tersebut adalah dalam bentuk penggantian alat dan fasilitas produksi. Dalam hal ini harus memperhatikan beberapa faktor, yaitu :
1. Umur ekonomis alat atau fasilitas tersebut
2. Nilai residu atau sisa alat yang akan diganti dan nilai beli penggantinya 
3. Ketersediaan dana untuk membeli bau tersebut

        Harus dipahami bahwa walaupun suatu alat hampir habis atau telah habis umur ekonomisnya, bukan berarti alat tersebut sudah sama sekali tidak dipakai. Oleh karena itu selagi alat tersebut masih layak dipakai dan dana penggantinya belum tersedia maka alat tersebut masih terus digunakan meskipun sering kali mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya perbaikan yang cukup besar. Disinilah manager produksi harus memperhtungkan keuntungan dan kerugian dari kemungkinan penggantian alat tersebut

PETUNJUK CARA MEMPEROLEH MODAL USAHA

Selasa, 23 Agustus 2016
Posted by Unknown

Kredit Investasi Kecil (KIK)

KIK (Kredit Investasi Kecil) adalah kredit yang diberikan oleh bank untuk penambahan modal dalam rangka rehabilitasi uasaha, perluasan usaha, atau membangun usaha baru. KIK merupakan kredit jangka panjang ( umumnya 5 Th)Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat kredit adalah:
°         Memiliki ijin resmi, yaitu SITU, SIUP, NPWP dan TDP
°         USAHA telah berjalan minimal 2 tahun dan sudah mendapat keuntungan
°         Membuat proposal pengajuan kredit
°         Berbentuk badan uasha, dapat berbentuk PT, CV, FIRMA, koprasi maupun perseorangan.
°         Memiliki aginan atau ja inan antara lain surat-surat atau bukti kepemilikan kendaraan, peralatan, rumah, tanah, atau gedung.

Kredit Modal Kerja Permanen ( KMKP)

adalah kredit produksi atau eksploitasi yang digunakan untuk menutuop biaya produksi perusahaan , seperti biaya pembelian bahan baku, pembelian bahan kemeja, biaya iklan dan promosi, biaya pengemasan produk, biaya distribusi, atau pembayaran gaji karyawan. KMKP merupakan kredit jangka pendek (umumnya satu tahun), pesyaratan dokumen yang diperlukan untuk mendapatkan KIK dan KMKP antalain:
• Formulir isian lengkap dan di tanda tangani
• Foto copy KTP ( suami istri)à Foto copy NPWP
• Foto copy SITUà Foto copy SIUPà Foto copy TDP
• Foto ukuran 4 x 6 cm sebanyak 2 lembar ( suami istri)
• Sertifikat hak milik ( SHM tanah atau BPKB sebagai agungan apabila diperlukan)
• Foto copy kartu keluarga
Neraca perusahaan dan perincian laba /rugi proses selanjutnya yang akan dilakukan bank antara lain;
• Menelitià Survey ketempat
• Interview atau wawancaraà Analisis permohonan kredit


Welcome to My Blog

sms gratis

Profil

Total Tayangan Halaman

Popular Post

- Copyright © 2013 catatan harian -Dark Amaterasu Template -